Sidang Etik Hendra Kurniawan Tersendat. Apa Sebabnya?

sidang-etik-hendra-kurniawan-tersendat-apa-sebabnya Brigjen Polisi Hendra Kurniawan.. (cnnindonesia)

PINDAINEWS -- Tewasnya Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J beberapa waktu, menyeret beberapa nama petinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Dalam kasus ini, Direktrorat Tindak Pindana Umum (Dittipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Selain itu, Dittipidum Polri pun menetapkan empat sosok lain sebagai tersangka. Satu di antaranya, isteri Irjen Polisi Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Tiga lainnya, yakni Bhayangkara Dua (Bharada) Ricard Eliezer, Brigadir Kepala (Bripka) Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Dalam perkembangannya, Irjen Polisi Ferdy Sambo pun menjalani Sidang Etik Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Hasilnya, KKEP memutuskan, Ferdy Sambo mengalami pemecatan tidak hormat.

Tidak hanya Ferdy Sambo, sidang etik pun memproses sejumlah nama penting Polri lainnya, yang dugaannya, terlibat dalam perkara tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo semasa menjabat Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan.

Salah satunya, eks Kepala Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Propam Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Hendra Kurniawan.

Seperti apa perkembangan sidang etik Brigjen Polisi Hendra Kurniawan?

Melansir sejumlah sumber, Brigjen Polisi Hendra Kurniawan harus melakoni Sidang Etik KKEP karena dugaannya terlibat dalam Obstruction of Justcice alias menghalangi upaya penyelidikan dan pengungkapan kasus Brigadir J.

Namun, pelaksanaan Sidang Etik Brigjen Polisi Hendra Kurniawan tersendat. Itu karena satu saksi utamanya, AJun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arif Rahman Arifin, dalam kondisi sakit.

Irjen Polisi Dedi Prasetyo, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri, mengemukakan, karena AKBP Arif Rahman Arifin sakit, kemungkinan besar, persidangan etik Brigjen Polisi Hendra Kurniawan berlanjut pekan depan.

Persidangan itu, jelasnya, berkaitan dengan ketidakprofesionalan sang jenderal dalam penanaganan kasus Duren Tiga.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar