Suku Bunga Acuan Naik, Rupiah Terkontraksi

suku-bunga-acuan-naik-rupiah-terkontraksi Hari ini, rupiah terkontraksi lagi.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS-- Hari ini, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan, suku bunga acuan yakni BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) bergerak naik 50 basis poin menjadi 4,25 persen.

Salah satu tujuan penyesuaian suku bunga acuan itu untuk menjaga stabilitas rupiah. Namun, seiring dengan penyesuaian suku bunga BI, petang ini, rupiah terkontraksi.

Pada penutupan transaksi antar-bank, Kamis (22/9/2022) petang, rupiah tergelincir 26 poin. Efeknya, posisi rupiah menjadi Rp 15.023 per dolar Amerika Serikat (AS).

Artinya, posisi rupiah itu melebihi level psikologis, yakni Rp 15.000 per dolar AS,

Akibat terkontraksi, otomatis, posisi rupiah pun menjadi lebih lemah daripada sebelumnya. Yaitu Rp 14.997 per dolar AS.

Sinyal pergerakan negatif rupiah terjadi sejak tadi pagi, pada pembukaan transaksi. Saat itu, rupiah tergerus menjadi Rp 15.021 per dolar AS.

Negatifnya pergerakan rupiah juga terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI).

Pada sesi akhir transaksi kurs JISDOR BI hari ini, rupiah terdegradasi 22 poin atau menjadi Rp 15.033 per dolar AS.

Kondisi itu berarti nilai tukar rupiah tidak lebih baik daripada sebelumnya, yakni Rp 15.011 per dolar AS.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar