PLN Anulir Program Konversi Kompor Listrik. Ini Dasarnya

pln-anulir-program-konversi-kompor-listrik-ini-dasarnya PT PLN batalkan program konversi kompor induksi.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Beberapa waktu lalu, seperti halnya negara-negara lainnya, Pemerintah Indonesia mencanangkan sebuah program yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Yakni Net Zero Emision (NZE), yang targetnya terealisasi 2060.

Sebagai korporasi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) berkepentingan untuk menunjang dan mengakselerasi terealisasinya target NZE 2060. Satu caranya, melalui agenda Konversi Kompor Listrik.

Namun, dalam perkembangannya, masih banyak kalangan masyarakat yang berkeberatan atas program itu. Penyebabnya, masyarakat khawatir bahwa penggunaan kompor listrik justru membuat beban biaya tarif listrik menjadi lebih berat daripada penggunaan elpiji.

Melihat hal itu, PT PLN (Persero) memutuskan untuk membatalkan program Komversi Kompor Listrik.

“Kami memutuskan untuk membatalkan program konversi kompor listrik. Itu agar masyarakat tetap nyaman," tandas Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, dalam keterangan resminya.

Darmawan Prasodjo menegaskan, terjadinya penyesuaian harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) memang menimbulkan kekhawatiran masyarakat tentang kemungkinan adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Meski harga jual BBM mengalami penyesuaian, Darmawan Prasodjo menyatakan, pihaknya tidak mengubah TDL. Artinya, terang dia, berdasarkan putusan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pihaknya tidak menaikkan TDL.

Putusan lainnya, tambah dia, seperti yang disampaikan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, beberapa waktu silam, pihaknya tidak menghapus golongan pelanggan berdaya 450 Volt Ampere (VA).

"Selain itu, kami pun tidak mengalihkan pelanggan golongan 450 VA menjadi 900 VA," tutup dia.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar