Jurnalis Korban Penganiayaan Dipolisikan Pejabat Karawang?

jurnalis-korban-penganiayaan-dipolisikan-pejabat-karawang . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Sepertinya, kisah dugaan penculikan dan penganiayaan dua jurnalis di Kabupaten Karawang, Gusti Setvia Gumilar dan Zaenal Mustofa, makin berkembang.

Pasalnya, satu di antara empat terlapor, yakni AA, yang, konon, merupakan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, memolisikan Gusti Sevta Gumilar.

Hal itu seiring dengan Tim Kuasa Hukum AA yang melaporkan Gusti Setvia Gumilar kepada Kepolisian Resor (Polres) Karawang.

Melansir sejumlah sumber, Yonathan A Baskoro selaku kuasa hukum AA, Rabu (28/9/2022), menyatakan, kliennya melaporkan Gusti Setvia Gumilar karena yang bersangkutan menyebarkan berita bohong (hoax).

Penyampaian pelaporan Gusti Setvia Gumilar itu, dalih Yonathan A Baskoro, agar penyik Polres Karawang lebih obyektif dalam menangani kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami Gusti Setvia Gumilar serta Zaenal Mustofa tersebut secara obyektif.

Eka Prasetya, kuasa hukum AA lainnya, menilai Gusti Sevta Gumilar menyebarkan hoaks. Dalam kasus ini, tegas dia, Gusti Sevtia Gumilar tidak mengalami pengancaman, penyekapan, dan pemaksaan meminum urine.

Kejadia itu pun tidak ada korelasinya dengan pemberitaan. "Berdasarkan kronologinya, awal kejadian itu yakni postingan provokatif Zaenal Mustofa pada media sosial, yakni tentang Persika 1951," kilah Eka Prasetya.

Simon Fernando Tambunan, yang juga Kuasa Hukum AA, mengimbuhkan, insiden pada sebuah ruangan Stadion Singaperbangsa yang dugaannya menjadi lokasi penyekapan dan penganiayaan, itu bukan atas seizin kliennya.

BACA JUGA : 

Polisi Masih Usut Dugaan Penaniayaan Dua Jurnalis

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar