Pernikahan Beda Agama Tidak Diakui Pemerintah, Hanya Tercatat

pernikahan-beda-agama-tidak-diakui-pemerintah-hanya-tercatat . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Masyarakat di tanah air, khususnya para bujangan, duda, atau janda, tentunya punya keinginan untuk menikah. Namun, ada regulasi pernikahan yang harus menjadi perhatian publik di tanah air.

Seperti apa regulasi pernikahan itu?

Mengutip sejumlah sumber, selama ini, cukup banyak publik di tanah air yang melangsungkan pernikahan berbeda agama. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan tidak merestui, mengakui, dan mengesahkan  pernikahan beda agama.

"Tapi, apabila terjadi pernikahan beda agama, Pengadilan Negeri (PN) bisa menginstruksikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) agar mencatatnya (pernikahan beda agama)," tandas Kamaruddin Amin, Direktur Jendral Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamis (29/9/2022).

Pencatatan pernikahan beda agama itu, jelasnya, bukan berarti Pengadilan Agama menyetujui dan mengesahkannya.

Pengesahan pernikahan, jelasnya, tercantum dalam Undang (UU) Undang Administrasi Kependudukan dan UU Pernikahan.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), lanjutnya, menyatakan, pernikahan beda agama merupakan hal yang haram dan tidak sah.

Adib Machrus, Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kemenag, menambahkan, sejatinya, pihaknya membahas persoalan pernikahan beda agama dengan sejumlah pakar.

Berdasarkan pembahasan itu,ungkap dia, forum sepakat, sesuai UU Pernikahan, sebuah pernikahan berstatus sah seandainya mengacu pada hukum agama masing-masing.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar