Ini Efek Pengurangan Produksi Toyota Bagi Pasar Indonesia

ini-efek-pengurangan-produksi-toyota-bagi-pasar-indonesia . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Hingga kini, para produsen otomotif dunia dilanda persoalan pelik nan yang berefek sangat negatif. Yakni, krisis chip semi-konduktor.

Akibat krisis itu, banyak produsen otomotif yang merevisi kinerjanya. Toyota Motor Corporation sebagai contohnya.

Toyota Motor Corporation memutuskan untuk mengurangi proyeksi volume produksinya pada periode Oktober 2022, yakni menjadi sekitar 750 ribu unit.

Tentu saja, pengurangan itu berdampak pada pasar Indonesia.
"Ada dampak yang dirasakan pasar Indonesia karena pengurangan volume produksi oleh Toyota Motor Corporation," tandas Boyouzmal, Regional Business Head Division Head Auto 2000 Jabar-Kalimantan, pada sela-sela Toyota Astra Finance (TAF) Innova Zenix New Fest, Selasa (6/12/2022).

Efek pengurangan volume produksi itu, jelasnya, terutama pada produk-produk impor Completely Built-Up (CBU). Misalnya, sebut Lexus, dan beberapa lainnya.

"Tapi, untuk produk-produk CKD (Completely Knock Down) atau yang perakitannya di Indonesia, seperti Toyota Avanza, dan sebagainya, pengurangan itu tidak berpengaruh," paparnya.

Soal TAF Innova Zenix New Fest, Bayouzmal berpendapat, ini merupakan sebuah cara PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Toyota Motor Corporation, agar penetrasi pasar The All New Toyota Kijang Innova Zenix.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar