Bayar Denda Derek Non-Tunai Jadi Cara Perangi Pungli

bayar-denda-derek-non-tunai-jadi-cara-perangi-pungli Petugas menderek sebuah mobil yang terparkir secara liar.. (net)

PINDAINEWS, Bandung -- Memerangi praktik pemungutan liar (pungli) terus digelorakan pemerintah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Satu di antaranya, menangkal dan memberangus praktik pungli para pelanggar parkir liar yang terciduk.

Guna memerangi dan memberantas pungli parkir liar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung berinovasi. Yakni, menerapkan sistem pembayaran cashless alias non-tunai denda derak bagi pelanggar parkir liar.

Asep Kuswara, Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, mengemukakan, teknis penerapan pembayaran denda derek non-tunai itu yakni para pelanggar parkir liar mendatangi e kantor Dishub Kota Bandung, di Terminal Leuwipanjang.

"Pembayarannya di Kantor Dishub Kota Bandung. Ini sesuai denda Perda (Peraturan Daerah) 3/2020, yakni pada loket pembayaran non tunai," tandasnya.

Skema ini berbeda dengan pola konvesional. Pembayaran denda bersistem cashless, sambungnya, lebih aman cepat dan mudah. Pelanggar parkir, lanjutnya, tidak perlu membawa uang tunai.

Selain itu, skema pembayaran denda derek non-tunai  juga bisa mengantisipasi terjadinya pungli.

Pembayarannya, lanjut dia, bisa menggunakan sejumlah aplikasi pembayaran digtial. Misalnya, sebut dia, Quick Respon Indonesia Standard (QRIS) Coda, OVO, atau Go-Pay.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar