Hybrid Lebih Cocok di Tanah Air, Ini Sebabnya

hybrid-lebih-cocok-di-tanah-air-ini-sebabnya Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid.. (net)

PINDAINEWS -- Perkembangan kendaraan elektrik di berbagai negara terus menunjukkan geliatnya, termasuk di tanah air. Namun, sepertinya, di Indonesia, hybrid menjadi versi Electric Vehicle (EV) yang paling tepat untuk saat ini.

Apa sebabnya?

Harris Prasetyo, Senior Manager Auto2000 Area Jawa Pantai Utara (Pantura)-Kalimantan, berpendapat, Indonesia masih memerlukan waktu untuk mengembangkan varian full EV.

Dia menilai, kehadiran full EV perlu ditopang berbagai aspek. Antara lain, jelasnya, ketersediaan infrastruktur, regulasi pemerintah, dan lainnya. Sebagai contoh, sebutnya, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang lebih masif.

Hal itu karena, kata dia, kondisi lalu lintas di Indonesia, khususnya, wilayah Jawa, sulit terprediksi, terutama, seperti pada momen mudik Idul Fitri dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Pada momen itu, kerap terjadi kemacetan.

"Misalnya, waktu tempuh Bandung-Cirebon melalui jalur non-TOL (Tax On Location) Cipali (Cikopo-Palimanan) atau via Sumedang, dalam kondisi lancar, sekitar 2-3 jam. Tapi, dalam kondisi macet, waktu tempuhnya bisa lebih lama," ujar dia.

Tentunya, sambung dia, perlu kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang lebih banyak.

Berdasrkan hal itulah, Harris Prasetyo menilai bahwa Indonesia masih butuh waktu untuk mengembangkan pasar full EV. Karenanya, ucapnya, untuk saat ini, sistem hybrid menjadi model yang tepat.

"Hybrid bisa menjadi titik awal pengembangan full EV pada masa transisi sistem elektrifikasi," tutupnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar