Awalnya 'Benci' Pastry, Kini Chef Ini Jadi Ahli Pastry

awalnya-benci-pastry-kini-chef-ini-jadi-ahli-pastry Vidya Listyanova setia menekuni dunia pastry meski saat kuliah kurang berminat mengolah pastry. ()
PINDAINEWS, Bandung - Tiga belas tahun berkutat di dunia pastry, menggiring chef Vidya Listyanova setia menekuni pastry hingga berhasil menciptakan ratusan resep. Padahal, perempuan 32 tahun ini awalnya tidak begitu suka dengan pastry.

Terlebih saat duduk di bangku kuliah perhotelan dirinya mendapatkan nilai B untuk mata kuliah pastry. Meski awalnya 'benci' dan kurang meminati olahan pastry, tapi garis nasib membawa Vidya menekuni dan bahkan menjadi ahli pastry.

"Kalau untuk mata kuliah pastry nilai B itu bisa dibilang kurang memuaskan, makanya mau tidak mau saya mencoba masuk ke dunia pastry," ungkap Vidya kepada PindaiNews saat ditemui di acara Baking Workshop di Harris Hotel, Rabu (13/3/2019).

Sejak saat itu, dia malah merasakan jatuh cinta dengan pastry, terutama untuk proses dan tekniknya yang selalu memberikan tantangan-tantangan. Terutama, diakuinya dalam dunia pastry kedisiplinan dan ketepatan menjadi hal utama yang harus dilakukan dalam setiap eksekusi.

Tempo 13 tahun yang dilaluinya menekuni pastry membuat Vidya memiliki banyak pengalaman, apalagi dirinya kerap pindah tempat bekerja. Namun tetap masih dengan bidang pastry. Berbeda dengan mereka yang selalu mengedepankan tampilan, untuk pastry Vidya lebih mengulik teknik agar hasilnya bisa dijual untuk usaha.

Karena baginya kalau hanya dikonsumsi siapa pun bisa membuatnya dengan memilih bahan-bahan unggulan. "Tapi kalau saya lebih kepada inovasi teknik agar produk yang dihasilkan bisa dijual dengan harga terjangkau tanpa mengurangi kualiatas rasa," terangnya.

Dia mencontohkan, inovasi teknik misalkan untuk pembuatan kue nastar yang biasanya membutuhkan 6 bahan kue, dengan inovasinya Vidya bisa hanya membutuhkan 4 bahan kue saja. "Dengan begitu untuk cost yang dikeluarkan lebih sedikit dan bisa dijual dengan harga terjangkau," katanya.

Komitmen untuk membantu para home industri untuk pastry sudah ia lakukan sejak mencintai dunia pastry. Menurutnya, ada kepuasan yang ia rasakan ketika bisa berbagi ilmu dan memberikan solusi bagi mereka yang ingin usaha.

"Inspirasi saya itu datang dari mereka pedagang kecil. Banyak yang ingin usaha namun takut tidak laku atau tidak bisa menjual dengan harga terjangkau. Karena itulah saya ada dan memberikan solusi untuk mereka yang ingin berjualan terutama para home industri," ujarnya.  

Dan kepuasan yang ia rasakan, ketika dirinya bisa memberikan solusi untuk dapat hasil pastry yang bagus, dan ternyata membuat sukses penjual. "Dua hal itu yang membuat saya selalu haus akan ilmu dan terus mencoba. Sekarang aja masih kok mengalami trial n error," tandasnya.

Editor: Mohamad Taufik

Komentar