Panitia Audisi The Voice Sebut Bandung Selalu 'Banjir' Bibit Unggul

panitia-audisi-the-voice-sebut-bandung-selalu-banjir-bibit-unggul Salah seorang peserta menunjukkan kemampuan olah vokal saat audisi The Voice Indonesia 2019 di Kota . (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung - Audisi ajang pencarian bakat 'The Voice Indonesia 2019' yang digelar GTV cukup menyita perhatian warga Bandung.

Terbukti pada audisi yang berlangsung di Hotel Horison, Sabtu (13/4/2019), sejak pukul 06.00 WIB, pelataran parkir yang menjadi areal pendaftaran sudah diserbu ribuan peserta.

Pada audisi kali ini, meski belum bisa diprediksi berapa peserta yang lolos ke Jakarta, namun diakui Eksekutif Produser GTV, Victor Setiawan, talenta dari Bandung patut diacungi jempol.

"Baru beberapa yang lolos masuk tahap akhir yaitu tahap dua video boots, saya lihat sudah ada yang bagus dan memenuhi kriteria. Untuk Kota Bandung memang selalu banyak bibit unggul penyanyi," jelasnya.

Untuk teknik audisi di Bandung, diungkapkan Victor, sama seperti di kota-kota lainnya. Ada tahap dua penilaian setelah para peserta mendaftarkan diri dan mendapat nomor peserta.

Tahap pertama, para juri langsung tes vokal tanpa diiringi sound. Dilanjutkan tahap kedua, dimana peserta menyanyikan lagu diiringi musik. "Pada tahap dua ini, peserta unjuk bakat tarik suara. Kami juga berhak untuk meminta genre musik apa yang akan mereka bawakan," tuturnya.

Setelah itu, lanjut Victor, mereka yang sudah masuk tahap dua tinggal menunggu kabar dari panitia, apakah lolos ke Jakarta atau tidak. "Kriteria peserta yang lolos ke Jakarta untuk mengikuti blind session, sebetulnya tidak ada kriteria khusus. Yang penting mereka memenuhi kemampuan dan syarat untuk menjadi penyanyi," jelasnya.

Bicara bakat atau potensi, pada The Voice 2018 tahun lalu pun tidak sedikit peserta yang memiliki skil berkualitas di dunia tarik suara. "Apalagi Kota Bandung sendiri terkenal dengan gudangnya para musisi. Saya berharap audisi The Voice 2019 di Bandung ini dapat menjadi wadah para pegiat musik," tandasnya.


Editor: Mohamad Taufik

Komentar