Harga Sejumlah Komiditi Sayuran di Cianjur Mulai Turun

harga-sejumlah-komiditi-sayuran-di-cianjur-mulai-turun Ilustrasi. (Net)

PINDAINEWS, Cianjur - Sejumlah komoditi sayuran di Pasar Induk Pasirhayam, Cianjur, yang sempat meroket kembali turun, meskipun belum kembali ke harga normal seperti bawang merah dan tomat.

Seorang pedagang di PIP Cianjur, Wawan (35) menjelaskan harga tomat sempat melambung dari Rp8.000 naik menjadi Rp14.000/kg dan saat ini kembali turun Rp10.000/kg.

"Harga normal tomat perkilogram di angka Rp8.000 per kilogram, namun saat ini masih di atas angka tersebut. Termasuk bawang merah kembali turun meskipun belum sampai ke harga normal," jelasnya, Senin (15/4/2019).

Ia menuturkan, harga normal bawang merah berkisar antara Rp20.000-Rp25.000/kg, namun sempat melambung sampai Rp40.000 perkilogram dan kembali turun di angka Rp30.000/kg.

"Meskipun stok belum melimpah, namun daerah penghasil bawang di Jateng, sudah mulai panen, sehingga harga mulai turun. Sebelumnya pasokan minim akibat cuaca ekstrem, sehingga harga melambung," ungkapnya.

Sedangkan harga beberapa komoditas sayur-mayur lainnya, mengalami kenaikan 10% atau sekitar Rp2.000 untuk setiap jenisnya seperti kentang dan cabai.

"Harga kentang yang semula Rp5.000 per kilogram naik menjadi Rp8.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah yang biasa dijual Rp20.000 per kilogram naik menjadi Rp25.000 per kilogram," katanya.

Khusus untuk tomat, tambah dia harganya sangat tidak stabil dalam satu pekan terakhir, sudah mengalami kenaikan dan penurunan karena minim stok akibat petani gagal panen yang disebabkan cuaca ekstrem.

Hal senada terucap dari Dede (40) seorang pedagang bawang putih, ia menyebutkan sejak beberapa hari terakhir harga bawang putih import mengalami kenaikan.

"Harga bawang mencapai Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogramnya, semula harga bawang putih Rp38.000 per kilogram. Kenaikan terjadi akibat tidak stabilnya harga dolar," paparnya.

Akibat tidak menentunya harga bawang putih impor tersebut, membuat pedagang tidak berani menyimpan stok banyak karena tingkat penjualan menurun tajam dan langganan banyak yang membatalkan pesanan.


Editor: Mohamad Taufik

Komentar